Postingan

Akhirnya Sampai Juga

Gambar
  Banyak pertanyaan yang datang,  "Kenapa tiba-tiba naik gunung? Pasti gara-gara patah hati" Pertanyaan retoris yang tidak 100% salah Berawal dari cerita-cerita luar biasa, yang pernah datang dari orang-orang Alam dengan gunung-gunung di dalamnya, menyimpan kekayaan dan misteri tersendiri bagi para pecintanya yang ingin kesana lagi dan lagi Pohon-pohon yang menyelimuti di sekeliling punggungnya, meneduhkan siapa saja yg lewat dengan rasa letihnya Air yg mengalir di tiap keran, menjadi penyegar dahaga bagi siapapun yang meneguknya Dulu, aku hanya bisa membayangkan, betapa gagah, dingin, indah dan hal-hal menakjubkan yang tersimpan di sana Namun ternyata, Tuhan beri kesempatan itu, untuk melihat dan merasakan langsung Maha Karya-Nya yang Agung Berawal dari bulan September hingga penghujung tahun 2023 yang penuh kejutan Dari ketidaktahuan, berbekal satu botol air mineral dibagi tiga hingga akhirnya mampu membawa tas yang lumayan besar di punggung berjam-jam Semilir angin dan din...

I'll through this

Aku mulai terbiasa dengan hidup yang penuh dengan plot twist ini Tentang perjalanan cintaku yang ternyata kandas dengan cara yang tak biasa  Tentang sikat gigiku yang tiba-tiba hilang 2 kali berturut-turut Tentang suatu kota yang ternyata menyimpan kenangan dan kejutan Dan tentang semuanya yang telah terjadi hingga 24 tahun ini Menuju penghujung 2023, pikiran dan hati benar-benar digempur tiada ampun Mulai dari dikhianati, fitnah, nama yang dibuat buruk dan dilupakan begitu saja Memang rasa ini sudah mati, sayang ini sudah hilang tapi sakit ini masih membekas nyata dalam ingatan Kesana-sini aku berlari, mencari pembenaran, pertolongan kepada Tuhan Jawabannya hanya : secepat ini ternyata Bukan, aku tak sedih karena pada akhirnya bukan aku orangnya aku tak sedih karena memang bukan manusia sepertimu yang aku butuhkan aku tak sedih karena aku tak merasa kalah aku hanya terkejut  Secepat ini ternyata But its okay, I'll through this Bersama keluargaku, teman-temanku, kucing kesayan...

I wrote something..

In this year, my love story was insane.. Selama ini aku lupa dan tidak sadar, bahwa hal-hal yang mustahil terjadi tetap bisa menimpa siapapun dan kapanpun, termasuk aku Di titik ini, aku sadar bahwa kekuatan Tuhan sangatlah besar dalam memilih dan menentukan takdir hambaNya, baik maupun buruk Aku kira dengan aku gambarkan lini kelamku, kita akan mengerti dan bisa melewati semua perjalanan ini Aku kira dengan aku refleksikan pengalaman yang telah dilalui, kita akan belajar dan siap menerima masalah yang ada di depan But evertything's sucks by the way, Kamu dengan segala pengetahuan dan sadarmu, memilih jalan yang rumit untuk mencapai kesenangan pribadi dan sesaatmu itu Mencoba memasuki kehidupan seseorang tanpa pamit dan pamrih Kamu lalui begitu saja, bulan demi bulan, hari demi hari, waktu yang tak terlupakan bagimu dan untukku yang akhirnya mengetahui hal itu Sudah berapa kata dan kalimat manis yang terlontar? Sudah seberapa jauh jarak yang telah terlampaui? But right now, I'm...

Jangan Membenciku Saat Kumenangis

Dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya Aku hanya ingin memberikan jawaban yg jujur, bahwa Menangis adalah cara mengekspresikan diri yang naluriah dari dalam diriku Bisa datang dari rasa kecewa, marah, sedih, bahagia Sikapmu yang dingin Kebingunganku di malam hari Senyum tulus dari seseorang yang aku pun tak kenal Memikirkan masa depan Tetes demi tetes pasti akan turun, dengan sendirinya tanpa kuminta Teruntuk siapapun yang membaca ini dengan hati-hati Tak perlu kasihani aku Juga menghapus air yang ada di mataku Hanya saja yang aku minta Tolong bantu dengan empatimu Tolong kuatkan aku Tolong

Duduk Perkara

Sudah hampir satu tahun semenjak duduk perkara terjadi Kita kembali Bersama di tengah kesibukan dan pandemi Terasa kuat, terasa tanpa sepi Satu tahun semenjak duduk perkara Perkara-perkara sama terjadi lagi untuk yang ke beberapa kalinya Rasa sakitnya terasa sama, bedanya Kamu tidak hilang entah kemana Masih di sini bermandi maaf Karena sebentar lagi juga Hari Raya Hingga bingung kuberikan kamu maaf yang mana Hampir satu tahun semenjak itu Pertengkaran kita tidak berkembang atau mungkin kamu masih ragu denganku Hanya berputar di satu lingkup yang sama seperti satu tahun lalu Jika begerak maju bukan harapanmu, jangan terkejut saat kamu dapatiku Bukan lagi di hatimu

Karakter Ibu

Baik perempuan maupun laki-laki penting untuk memiliki karakter seorang ibu, sejak dini. Beberapa minggu terakhir, aku jarang sekali pulang ke rumah dan diharuskan untuk tinggal di kota orang. Jarang sekali merasakan hangatnya kasih ibu, makanan masakannya dan itu membuatku rindu. Namun, di situlah karakter ibu seharusnya muncul. Aku harus bisa menjadi ibu untuk diriku sendiri. Mulai dari memenuhi segala kebutuhan dan menjadi mandiri. Sulit, namun bukan berarti tidak bisa. Jika aku sedang berkirim pesan dengan pasangan, kita lebih sering bertengkar. Mungkin karena kita tidak mengerti bagaimana pesan yg seharusnya dibaca dengan nada tertentu atau yang lainnya. Hal itu menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, di situlah karakter ibu seharusnya terbentuk. Sabar dan terus mencoba memahami satu sama lain. Dan juga pembelajaran itu pasti akan kita gunakan di kemudian hari, di saat kita mendapat gelar ibu ataupun bapak. Aku senang merawat orang yang sakit atau hanya menemani makan di saat t...

Apakah Kita Akan Baik-Baik Saja?

Selama ini, aku sudah dikhianati oleh perasaan yang baik-baik saja, padahal sebaliknya. Mungkin memang ada masanya dimana kita merasakan hidup tanpa beban, berkecukupan, bahagia bersama teman atau pasangan dan hal-hal duniawi lainnya. Namun di saat masa itu melanda, sedikit terbesit bahwa sebenarnya kita semua tidak akan bisa baik-baik saja. Karena di sini kita selalu dituntut, baik dalam kehidupan, pekerjaan, ilmu hingga bagaimana kita di akhirat kelak. Jika kita sedang merasa baik-baik saja, kita hanyalah makhluk sombong yang mudah puas. Tidak akan mencari dimana kekurangan kita sekarang, ya karena kita sedang merasakan baik-baik saja. Semua terasa cukup. Aku pernah membaca cuitan pada suatu kali, di cuitan tersebut, ada manusia yang merasa takut saat ia merasa baik-baik saja. Ia membayangkan cobaan besar apa yang akan dihadapinya setelah masa ‘baik-baik saja’ ini pergi. Ya memang begitu kan siklus hidup? Walaupun begitu, aku tetap takut. Namun, setelah diresapi dan direnungi,...